Materi IPS Kelas 10 Tema 1 Sejarah Indonesia Manusia Ruang dan Waktu

Posting Komentar

Berikut ini Materi IPS Kelas 10 Tema 1 Sejarah Indonesia Manusia Ruang dan Waktu Sesuai dengan Kurikulum Merdeka Tahun 2022.

Simak Rangkuman Materi IPS Kelas 10 Kurikulum Merdeka Tema 1 tentang Sejarah Indonesia Manusia Ruang dan Waktu ini dengan seksama ya! Baca Juga : Materi IPS Kelas 10 Tema 02 Sosiologi : Individu dan Masyarakat 

Langsung saja, inilah Rangkuman Materi IPS Kelas 10 Tema 1 Kurikulum Merdeka tentang Sejarah Indonesia Manusia Ruang dan Waktu.

A. Manusia Ruang dan Waktu dalam Sejarah

1. Manusia sebagai penggerak dan saksi sejarah

Manusia dalam sejarah adalah subjek dan objek. Maksudnya adalah, manusia dengan segenap gagasan dan tindakannya adalah penggerak sejarah yang membawa perubahan di masyarakat

2. Sejarah dalam Dimensi Ruang dan Waktu

Dalam ilmu sejarah, dimensi ruang atau spasial merujuk pada tempat suatu peristiwa terjadi. Sedangkan dimensi waktu merujuk pada kapan suatu peristiwa terjadi

Menurut Kuntowijoyo (2013), terdapat empat hal yang dipelajari dalam sejarah dari segi waktu, diantaranya:

  • Perkembangan
  • Kesinambungan
  • Pengulangan
  • Perubahan

Lebih lanjut sejarawan Kuntowijoyo (2013) menjelaskan bahwa sejarah adalah ilmu yang mengkaji tentang manusia, waktu, sesuatu yang memiliki makna sosial, tentang sesuatu yang tertentu (partikular) dan terperinci

Kajian ilmu sejarah berbeda denngan arkeologi dan antropologi. Ilmu sejarah fokus mempelajari semua proses dan dinamika manusia dengan semua aspek kehidupannya di masa lampau

Sedangakan arkeologi adalah ilmu yang mempelajari tentang manusia berupa fosil dan benda-benda dalam kehidupan manusia. Kemudiam antropologi adalah ilmu yang mempelejari manusia dan kebudayaan

3. Diakronis (Kronologi) dan Sinkronis dalam Sejarah

Ilmuwan sosial bernama John Galtung, dalam bukunya berjudul Theory and Method of Social Research tahun 1966, berpendapat bahwa sejarah adalah ilmu diakronis dan ilmu sosial adalah ilmu sinkronis.

Sebagai ilmu yang diakronis, Kuntowijoyo (2008) menjelaskan bahwa sejarah adalah ilmu yang mempelajari gejala-gejala yang memanjang dalam waktu tetapi terbatas dalam ruang.

Sedangkan yang dimaksud sinkronis dalam ilmu sejarah merujuk pada ruang tempat terjadinya suatu peristiwa atau kejadian yang menjelaskan tentang situasi dan kondisi (konteks) suatu masyarakat, sebab-akibat, dan korelasi (pola hubungan) suatu peristiwa

Selain diakronis dan sinkronis, ada juga istilah periodisasi. Periodisasi adalah pembabakan waktu dalam sejarah dengan cara menghubungkan berbagai peristiwa sesuai dengan masanya dalam suatu periode.

Contoh periodisasi sejarah yang dilakukan oleh sejarawan Taufik Abdullah pada karyanya Indonesia dalam Arus Sejarah:

  1. Prasejarah
  2. Kerajaan Hindu-Budha
  3. Kedatangan dan Peradaban Islam
  4. dst..

B. Penelitian Sejarah

Penelitian sejarah menurut Louis Gottchalk (dikutip dari Saidah, 2011) menerapkan empat kegiatan pokok sebagai cara melakukan dan penulisan sejarah, yaitu:

  • Mengumpulkan berbagai informasi tertulis dan lisan yang relevan
  • Membuang informasi yang tidak jelas dan keasliannya masih diragukan
  • Mengambil kesimpulan dari bukti dan sumber sejarah yang terpercaya
  • Merangkai semua bukti dan sumber menjadi laporan

Metode yang digunakan dalam melakukan penelitian sejarah (Lohanda, 2011; Saidah, 2011; Herlina,2020), di antaranya:

  • Heuristik: mengumpulkan berbagai data dari berbagai sumber sejarah
  • Kritik dan verifikasi: melakukan pemeriksaan keaslian sumber sejarah
  • Intepretasi: menafsirkan dan memahami makna keterkaitan dari sumber sejarah yang telah diverifikasi
  • Historiografi: tulisan, hasil penelitian dan laporan sejarah

C. Sumber Sejarah

Secara umum, terdapat dua macam sumber sejarah, yaitu sumber sejarah primer dan sumber sejarah sekunder

Sumber sejarah primer adalah data utama yang diperoleh langsung dari subyek dan objek penelitian. Contoh sumber primer:

  • arsip
  • fosil
  • artefak
  • hasil wawancara dengan pelaku atau saksi sejarah

Sumber sejarah sekunder adalah data pendukung yang ditulis atau dibuat setelah kejadian selesai. Contoh sumber sekunder:

  • hasil penelitian sejarawan
  • laporan penelitian yang relevan
  • biografi
  • surat-menyurat
  • surat kabar yang tidak sezaman dengan peristiwa

Sedangkan berdasarkan bentuknya, sumber sejarah dibagi menjadi tiga, yaitu sumber tertulis, sumber benda dan sumber lisan,

contoh sumber tertulis: prasasti, babad, hikayat, naskah, surat kabar, majalah, laporan-laporan, dll.

Contoh sumber lisan adalah tradisi lisan (cerita yang diwariskan atar generasi secara lisan)

Contoh sumber benda: foto, video, bangunan (rumah, candi, dll), peralatan hidup (tembikar, guci, mesik ketik, buku, dll)

D. Penulisan Sejarah (Historiografi)

Historiografi yang ditulisa oleh para sejarawan baik dari Indonesia maupun luar Indonesia pada umumnya dikelompokan dalam 3 jenis, yaitu:

  • Historiografi tradisional: tulisan sejarah dari masa Kerajaan Hindu-Buddha, masuknya islam di Indonesia, dan Kerajaan-kerajaan islam
  • Histriografi Kolonial: tulisan sejarah dari masa colonial
  • Historiografi modern: menurut Sartono Kartodirjo adalah penulisan sejarah yang menempatkan rakyat Indonesia sebagai pelaku sejarahnya sendiri dengan menerapkan studi kritis

E. Menghindari Bias Sejarah

Berdasarkan Kmarga (2017) bias sejarah adalah kecenderungan unsur subjektifitas, baik dari individu maupun kelompok dan unsur dalam historiografi sejarah

Untuk menghindari bias sejarah, hal yang mesti kalian lakukan adalah tidak menggunakan sumber tunggal dalam membaca atau belajar suatu historiografi, namun harus menggunakan berbagai sumber.

F. Sejarah dan Teori Sosial

Kuntwijoyo (2018) menjelaskan bahwa penggunaan teori-teori sosial penelitian sejarah dipelopori oleh sejarawan Sarotono Kartodirdjo. Hal ini dapat kalian temukan ketika membaca karyanya yang berjudul Pemberontakan Petani di Banten tahun 1888

Penggunaan teori-teori sosial seperti birokrasi, kelas sosial, dan perubahan sosial dapat kalian temukan dalam tulisannya.

Apabila kalian membaca historiografi masa kini, misalnya tentang sejarah suatu kota, beberapa sejarawan akan menggunakan teori modernitas, struktur ekonomi untuk menjelaskan makna sosial atas kajian sejarah.

Materi Sekolah Lengkap


Materi Kelas 4


Materi Kurikulum Merdeka Kelas 7


PTS 12 2023


CP


Related Posts

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter

Iklan